Selasa, 11 Agustus 2015

logo 70 tahun indonesia merdeka tidak resmi


Saya pernah berpikir logo untuk angka tujuh adalah gabungan dari bambu dan bendera. Ternyata logo resminya lebih kreatif yang tidak terfikirkan.

Sabtu, 21 Maret 2015

JODOH TERBAIK

Ya Robbi
walau ketaqwaanku masih kurang (kadang aku melanggar perintah Mu dan khilaf akan larangan Mu)
tapi baguskanlah jodoh ku, aku ingin jodoh yg terbaik, makmum yg sabar yg selalu mendukungku. menghormatiku, menaati ajakan ku yg baik, dan mengingatkanku akan hal yg tidak baik.

Sabtu, 14 Februari 2015

cara mengatasi folder yang hilang di window eksplorer di bagian folder "Favorites"

ini pengalaman saya, ketika mau membuka hasil download yang lalu, ternyata folder download dan dekstop sudah tidak ada lagi, saya cari-cari di google ternyata banyak yang memberi cara yang ribet dan keliru, semuanya tidak mau saya lakukan karena malas dan langkahnya menghawatirkan,

setelah hampir berputus asa
saya terus pandangi windows ekplorer sampai bosen he....

dan akhirnya saya coba klik folder "favorit" dan di sebelah paling kiri atas ada menu file, langsung klik dan ada "restore favorite link" langsung saja di klik

dan ternyata beres, semua kembali normal

untung tidak pakai cara ini itu yang mugkin lebih parah he....

sekian selamat mencoba

bagi yang mencoba silahkan komen ya

untuk mengukur kekuatan kebenaran pengalaman ini

Jumat, 13 Februari 2015

Contoh puisi 13 Februari 2015

Gelap yang panjang

Matahari baru selalu ada
tapi gelap kali ini begitu panjang
rodaku berada di bawah
kosong adalah harapan

cita-cita ini telah sirna
apa yang menjadi dayaku
pertolongan Mu Tuhan
Berikan yang terbaik

karya : A S L
Garut, 13 Februari 2015

Rabu, 11 Februari 2015

air mancur di pantai Santolo Garut

Batu karang di pantai santolo mendatar sangat luas, banyak rongga-rongga di dalamnya. Pada saat ombak mendebur bagian ujung dari karang, sebagian air laut masuk ke rongga tersebut dan karena tekanannya yang sangat kuat sehingga menyebabkan menyembur ke atas pada lubang rongga karang. Sehingga seperti air mancur.

Selasa, 05 Agustus 2014

Linggaratu part 3

tertangkap kamera batu menyerupai wajah

Setelah pulang dari petualangan pastinya istirahat. Lelah capek pegal jadi satu.
Dalam bahasa Sunda kaki pegal disebut rarincug.

Setelah bugar barulah lihat-lihat hasil jepretan selama di situs Lingga Ratu.

Dan ternyata kami menangkap sebuah gambar. Batu besar terlihat seperti wajah seorang Ratu.

Petualangan seperti ini walau pun melelahkan terkadang bertaruh keberanian. Naudubilah mudah-mudahan jauh dari celaka.

Tapi akhirnya kisah yang didapatkan. Cerita yang akan dikenang. Apalagi moment-moment yang akan dikenang dirindukan. Menjadi wararaas kalau dalam bahasa Sunda.

Apalagi kalau hari ini hidup mumet, ingin rasanya kembalu ke masa lalu yang menyenangkan.

Itulah kisah petualangan ke situs Lingga Ratu.

Diatas bukit bebatuan besar yang dikelilingi oleh jurang-jurang dan gunung. Yang diingat adalah tiupan anginnya yang berhembus kencang seperti di pantai. Ketika makan nikmatnya luar biasa seolah-olah jauh dari kata kenyang. Dan ketika berbaring menengadah ke langit seolah-olah langit begitu dekat dengan wajah kita.

Baca cerita awal
Situs Linggaratu Kabupaten Garut Provinsi Jawa Barat


Minggu, 03 Agustus 2014

Linggaratu part 2


Setelah menyegarkan wajah dengan air sungai, nah ini lah waktunya mulai pendakian yang terjal
kemiringan rata-rata 45 derajat, dengan tangga alami dari tanah yang tertopang akar kecil (sebagian) yang bikin kaki lelah adalah jarak antara anak tangga tanah sebagian tingginya mencapai selutut orang dewasa, wah capeknya ... ingin "ngagoler saja" (berbaring rebahan saja). Kemudian
istirahat dulu

setiap kami meihat sinar matahari, kami sering bertanya mungkinkah ini puncaknya?, ternyata bukan dan bukan masih terjal he....
di tengah-tengah tanjakan kami dapat melihat indahnya pemandangan kota Garut
tapi jangan lupa masih menanjak he....
setelah sekian lama akhirnya kami sampai di sebuah Pos seperti rumah seseorang dan disana ada pula makam, kemudian kami diberitahu untuk terus lurus dan jangan belok kiri karena itu adalah jalan kembali pulang, kami terus berjalan dan menemukan belokan kiri, oh iya itu jalan untuk pulang, lanjut terus dan menemukan belokan kiri tapi ke atas, "itu jalan kemana yah?" tapi kami ambil arah lurus.

setelah jalan lurus yang panjang ternyata ada dua arah ke kiri ke atas tapi buntu dan ke kanan bawah, mungkinkah kami ambil ke bawah, takutnya nanti pulang lagi, saya teringat tadi ada belokan kiri ke atas. saya balik arah untuk kesana, tapi ada rombongan lain yang menuju arah saya, katanya kita terus saja ke bawah, maka kami pun mengambil arah sana dan ternyata kami tiba di batu besar jalan arah bawah, maka foto dulu

dan tentunya makan dulu, foto-foto lengkapnya silahkan lihat di facebook As Aksan www.facebook.com/laksana.saeful

facebook As Aksan

https://www.facebook.com/laksana.saeful


tapi kami penasaran sekitar 7 tahun yang lalu kami datang kesini tiba di atas batu besar kok sekarang tiba di bawah, akhirnya kami mencari jalan keatas dan ternyata jembatan kayu dan tangga kayunya sudah tidak ada, jadi kami harus mendaki batu dengan kaki yang gemetar karena disana sini jurang yang curam, alhamdulillah berkat Kuasa Alloh kami dapat berada di puncak batu dan dapat menyebrang celah dua batu yang besar

 menegangkan dan mendebarkan dan kami bukan satu-satunya rombongan yang datang kesana, ada 5 rombongan,

setelah berada diatas oh ternyata ini jalan yang keatas, akhirnya kami pulang dengan jalan lain, dan ternyata jalan tersebut adalah belokan kiri tadi yang keatas, tapi kami bersyukur karena jalan ke bawah jadi kami tahu keseluruhan situs objek wisata, andai saja kami tiba di atas maka tidak akan berani turun ke bawah karena curamnya.

saya dan kakak saya pulang ke arah jalan lain memisahkan dari rombongan karena harus cepat tiba dirumah (ada tamu yang mau berkunjung) dan kami menulusuri jalan yang tidak terlalu terjal yang melewati kebon eurih dan setelah sekian lama sampailah di penunjuk wisata

oh ini jalan resminya dan orang dari luar kota memarkir mobil disini

kami terus berjalan berharap menemukan ojek, dan setelah sekian lama akhirnya ada ojek dan naik angkot
kami tiba dirumah pukul setengah tiga
sedangkan anggota rombongan yang lain yang berjalan kaki menggunakan jalan berangkat sampai di rumah pukul setengah lima.

sekian semoga bermanfaat

setelah melihat foto-foto ternyata ada kenampakan salah satu batu besar ada bergambarkan wajah seorang ratu, gambarnya ada di part 1 paling atas

Lanjut baca:
Linggaratu bagian 3

Entri yang Diunggulkan

Bismillah mulai lagi di tahun 2025

 Apakah kecerdasan AI seperti chat GPT mengambil sumber dari blog?